Pages Navigation Menu

Dan Tiadalah Kehidupan Dunia ini, Selain dari Main-main dan Senda Gurau Belaka.

Dan Tiadalah Kehidupan Dunia ini, Selain dari Main-main dan Senda Gurau Belaka.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تَعْقِلُونَ

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kehidupan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya. (QS. Al An’am:32)

Jama’ah jumat rahimakumulloh…

Salah satu ciri utama seorang bertaqwa ialah pemahamannya akan dunia dan akhirat sebagaimana dikehendaki Alloh SWT. Orang bertaqwa yakin bahwa dunia merupakan sekedar tempat bersenda-gurau dan bermain, sedangkan kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat kelak. Orang bertaqwa memandang kehidupan akhirat lebih utama daripada kehidupan di dunia. Keberhasilan yang dikejar secara serius oleh orang bertaqwa ialah keberhasilan di akhirat. Baginya keberhasilan di dunia merupakan sesuatu yang bersifat supplementary (faktor pelengkap) saja. Tetapi keberhasilan di akhirat adalah sesuatu yang tidak boleh ditawar sedikitpun karena ia merupakan tujuan utama.

 Jama’ah jumat rahimakumulloh…

Namun sayang sekali, realita di masyarakat kita masih melihat sebagian orang bersikap sebaliknya. Mereka lebih mengutamakan dunia daripada akhirat. Bahkan orang yang mengaku muslim pun ada yang menampilkan sikap keliru tersebut. Ia sangat serius bila menyangkut urusan peluang keberhasilan di dunia. Ia kerahkan perhatian, waktu, tenaga dan materi tanpa keraguan. Namun bila menyangkut urusan peluang keberhasilan di akhirat ia malah bersikap setengah hati. Ia sangat fokus keberhasilan dunia namun sangat tidak peduli sukses akhirat. Maka, marilah kita instropeksi diri dan meluruskan kembali niat sehingga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang terpedaya dengan kehidupan dunia. Tidak termasuk golongan orang-orang yang disebutkan oleh Alloh swt dalam surat Ar Ruum ayat 7. Alloh swt berfirman:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka lalai tentang kehidupan akhirat. (QS. Ar Ruum:7)

 Jama’ah jumat rahimakumulloh…

Meski demikian, mengerahkan perhatian, tenaga, waktu, dan biaya untuk urusan dunia tidaklah salah. Pada dasarnya urusan dunia adalah urusan yang bersifat mubah. Semua kegiatan yang bersifat mubah dapat dinilai ibadah jika diniatkan untuk ibadah. Namun alangkah ruginya jika kita melakukan suatu kegiatan, namun kegiatan tersebut hanya untuk tujuan duniawi saja. Terkadang urusan dunia bisa membuat kita kecewa. Bukan hal asing bagi kita, ketika kita sudah berusaha dengan maksimal namun ternyata hasilnya mengecewakan. Kita sudah berjuang bekerja mati-matian, seluruh perhatian, waktu, pikiran, dan biaya kita kerahkan namun ternyata hasilnya sangat mengecewakan dan jauh dengan harapan. Oleh karena itu alangkah ruginya jika orientasi kita hanya dunia, baik itu berupa materi, jabatan, atau penghormatan dan perhatian dari orang lain. Karena urusan dunia berpotensi mengecewakan kita.

Akan berbeda cerita jika orientasi kita bukan karena dunia, namun karena Alloh swt. Ketika kita sudah bekerja dan berusaha dengan maksimal tapi akhirnya hasilnya mengecewakan, maka kita dapat menghibur diri sehingga kita tidak terus-terusan dalam kekecewaan. Kita dapat menghibur diri kita karena kita percaya bahwa apapun yang kita lakukan karena Alloh swt maka akan ada imbalannya di sisi Alloh swt. Alloh swt tidak menyia-nyiakan usaha hambanya. Alloh swt berfirman:

وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (١١٥)

Dan bersabarlah, karena Sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan (QS. Huud 115)

Dan kita dapat berprasangka baik bahwa Alloh swt keputusan Alloh swt adalah keputusan terbaik. Bisa jadi sesuatu yang menurut kita buruk, tapi ternyata itu baik di sisi Alloh swt. Dan semua kejadian pasti ada hikmahnya.

Adapun ketika kita berusaha dan usaha kita berhasil, maka kita tidak menjadi sombong karena kita yakin keberhasilan dunia kita bukan hanya usaha kita namun merupakan karunia dari Alloh swt. Ketika kita berhasil di dunia, jangan sampai kita menjadi seperti Qarun yang menyombongkan dirinya dan usahanya. Alloh mengabadikan kesombongan Qarun dalam surat Al Qoshosh ayat 76 dan 78:

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ (٧٦)

Sesungguhnya Karun adalah Termasuk kaum Musa, Maka ia Berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (QS Al qoshos:76)

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. (QS Al qoshos:78)

Jama’ah jumat rahimakumulloh…

Sebagai orang bertaqwa hendaknya kita selalu berusaha menyeimbangkan amalan duniawi dan akhirat. Jika kita bisa berusaha mati-matian untuk urusan dunia, hendaknya kita juga bersedia berusaha mati-matian untuk beribadah dalam hal ini melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Misalkan ketika kita dapat mengatur waktu sehingga bisa berangkat ke sekolah atau ke tempat kerja di pagi hari, maka hendaknya kita juga mampu mengatur waktu agar di pagi hari itu kita bisa menunaikan ibadah sholat sunnah dhuha. Rajin sekolah dan rajin bekerja tidak menjamin kita dapat sukses di dunia, namun sholat dhuha sudah jelas pahalanya di sisi Alloh swt karena Alloh swt tidak akan mengingkari janji-janjinya.

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ (٩)

Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS Ali Imron:9)

 

Jama’ah jumat rahimakumulloh…

Memang terkadang sulit membandingkan amalan dunia dengan amalan akhirat. Amalan dunia lebih mudah kita bayangkan daripada amalan akhirat, dan hasilnya pun dapat kita rasakan langsung sehingga banyak orang yang lebih bersemangat ketika berurusan dengan dunia daripada berurusan dengan akhirat. Memang ketika kita berurusan dengan akhirat maka keimananlah yang paling berperan. Keimanan kita terhadap informasi-informasi dari Alloh swt melalui Al quran dan hadits nabi saw. Ketika kita beribadah, kita hanya perlu mengimani bahwa Alloh swt akan memberi imbalan sesuai dengan ibadah yang kita lakukan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

# Khutbah jumat disampaikan di masjid jami’ PPMI Assalaam pada 29 Maret 2013

 

Oleh Muflih A. Adnan, M.S.Ch.E.

Alumni PPMI Assalam, Solo. Melanjutkan studi S1 Teknik Kimia di UNS, Solo, kemudian melanjutkan studi Master of Science di bidang Chemical Engineering di King Fahd University of Petroleum and Mineral, Dhahran, Saudi Arabia. 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *